Gadis berambut ikal

Air matanya jatuh lagi... ya lagi dan lagi,bagaimana tidak? Benar saja pikirannya selama ini,hari itu hari baru. Untuknya keluarganya,terlebih lagi ibunya.



“kamu menang,apapun hasilnya kamu akan selalu menang untuk ibu. Bagaimanapun,kamu harus bersyukur dengan apa yang telah diberi-Nya. Tidak banyak orang yang bisa seperti kamu. Tidak semua gadis memiliki kelebihan seperti kamu. Bisa melihat,mendengar,berbicara,bisa menikmati hidup.. sabar sayang semua sudah diatur oleh Tuhan.”

Sayangilah ibumu kawan,sungguh. Ada surga dibawah telapak kakinya.

Pesan seorang ibu,yang membuat air mata itu tidak dapat berhenti mengalir. Bagaimana dengan ayahnya?
Ayahnya,selalu mendorong apapun yang terbaik untuk dirinya. Selalu penuh kasih sayang,namun tidak pernah ia tunjukkan seperti halnya sang ibu.

Sayangilah ayahmu sobat,sungguh. Tanpanya,kau bukan apa-apa.

Semua orang dihidupnya membuatnya menangis.. lemas seluruh tubuhnya,berdiri pun tidak bisa. Hanya menatap kosong hasil itu. terdiam..lagi..lalu tersenyum simpul.

Malam itu,gadis ini tidak bisa tidur. Dia melihat ke luar rumahnya,melihat keadaan sekitar,berkutat dengannya. Memikirkan hal lain,sehingga tidak ada kebahagiaan terlihat dari wajahnya. Dia memikirkan tentang orang lain,yang selalu gelisah. Yang menganggap hari itu adalah awal dan akhir dari segalanya. Sementara ibunya,sangat bahagia. Walaupun penuh air mata.

Tidak ada satu hari pun yang bisa meluputkan semangat kita,apapun yang terjadi. Selalu ada hal baik dibalik hal buruk.

Gadis ini tidak pernah memikirkan dirinya sendiri,dia hanya memikirkan keluarga,teman,orang lain yang benar-benar penting dalam hidupnya. Jika orang itu senang,maka dia akan senang. Begitu pula sebaliknya.

Hari itu,dia tidak senang. Seseorang selalu terlintas dipikirannya,orang ini terpuruk dalam kesedihan. Karna malam itu. gadis ini memutuskan untuk menghampirinya,menghibur. Dia seorang teman,entah mengapa dia merasa teman ini sangat butuh seseorang disampingnya. Gadis berambut ikal,Emma.

Mendengar tangisannya seperti tidak ada ruang bahagia didalam hidup gadis berambut pirang. Berlebihan kah? Padahal Emma bukan satu-satunya sahabatnya selama ini. Entahlah,dia merasa Emma berbeda. Dia.. rapuh.. dia.. satu-satunya orang yang selalu ceria dalam bercerita tentang kehidupannya. Emma berbeda,dia hebat.

Tapi kala itu,dia.. seperti.. tidak memiliki nyawa. Tatapannya kosong,gadis ini terus menghiburnya
“bagaimanapun Tuhan tidak tidur Emma,Dia pasti punya jalan yang lain.. yang paling terbaik untuk kamu”
Tidak hentinya Emma menangis,rasanya saat itu juga gadis ini ingin sekali membagi rasa bahagia yang tersisa dalam tubuhnya, agar sahabatnya berhenti menangis. Dia tau pasti rasanya jadi Emma. Gadis berambut pirang,tidak merasa bahagia pada hari itu.

Inikah sahabat yang kau cari? Siapapun orangnya..kita tidak akan pernah tau,mana yang peduli dan mana yang tidak.

Sejenak,gadis ini tidak ingin bercerita. Selagi dia menunggu sahabatnya dan orang lain yang sedah bersedih hari itu.. kembali.
‘aku mohon kemb

Leave a Reply


About Me

visit them :)

Archives

Followers