Hari itu,sebagian orang
tidak bisa tidur dihari itu. entah aktivitas apa yang harus dilakukan. Berjalan
pun rasanya tidak kuat. Bernapas pun rasanya sungguh berat. Tangan selalu
dingin di hari yang terbilang cerah.
Jangan biarkan rasa takut memelukmu,apapun yang
terjadi kau harus melawannya.
Gadis ini,ah tidak
terlalu memusingkan hal itu. dia merasa sudah lelah akan rasa takut yang selama
ini membayanginya. Hanya bisa berserah diri saja,dan menikmati kehidupan yang
singkat ini. ‘jangan terlalu dipikirkan’ katanya.
Lupakanlah hal-hal yang membuatmu tidak
nyaman,nikmatilah hidup ini kawan. Karena kita hidup Cuma sekali dan itupun
singkat.
Akhirnya dia memutuskan
untuk melupakannya,dia pergi melakukan petualangan yang ia suka. Entah sampai
kapan dan kemana,pikirnya dengan teman-teman perlahan lubang yang ada selama
ini akan tertutup.
Teman.. ya.. menghibur dikala yang tepat,walaupun
mereka tidak tau masalah apa yang ada dipikiran kita. Jangan pernah melupakan
kawanmu sobat,karena manusia tidak akan bisa hidup tanpanya.
Ulang tahun? Momen yang
terbilang menyenangkan itu,menarik perhatian gadis ini pada hari itu. Walaupun
dia sendiri membencinya. Tapi untuk bertemu teman-teman,tidak ada salahnya
bukan?
Benci ulang tahun? Ya.
Disaat yang lain.. Mungkin.. menyisihkan uang mereka untuk pesta yang
menyenangkan,tapi masih banyak orang yang membutuhkan uang itu untuk mencari
makan. Tidak hanya tentang itu.
Menurutnya ulang tahun
itu bertambahnya proses kedewasaan,semakin jauh dari rasa senang akan
permainan,semakin banyak hal yang kita lalui lalu dilupakan,semakin banyak pula
yang melupakan kita.. meskipun mereka tidak ingin kita lupakan.
Semakin lama kita tumbuh dan berkembang,semakin
banyak pula proses yang kita jalani. Ya memang itu hukum alam.
Terkadang dia berpikir
hidup itu tidak adil,ya semua manusia memang selalu berpikir demikian. Tapi
kali ini,ada seseorang yang meyakinkan dirinya tentang mencari kebahagiaan.
Mencari teman,sahabat? Dari dulu,gadis ini tidak begitu mengerti.
Sebenarnya apa penilaian
seseorang dalam menetapkan bahwa orang itu ada sahabat? Ada disaat senang
maupun sedih? Disaat terpuruk? Bagaimana jika gadis ini tidak pernah bercerita
tentang kesedihannya atau keterpurukannya kepada siapapun,berarti dia tidak
mempunyai sahabat?
Lebih baik ungkapkan semua masalahmu kepada orang
lain yang kau percaya,karna bagaimanapun
juga,manusia tidak dapat hidup sendiri.
Ah sudahlah,kembali lagi
mengenai hari itu..
Setelah beberapa bulan
berjuang,hari itu penentuan. Namun dia memutuskan untuk bercanda tawa
melepaskan kekhawatirannya. Mengundang beberapa kawan hadir untuk berbagi
cerita bagaimana indahnya hidup di luar sana.Begitu banyak hal yang belum ia
ketahui,terungkap pada hari itu. dia hanya mengumbar senyum. Seperti bayi yang
baru lahir. Tidak tau apa-apa.
Tetapi ditengah canda
mereka,kenapa ada sesuatu yang mengingatkan kembali apa yang akan terjadi pada
hari itu. dimana hari itu juga semua akan berubah. Ya,kehidupan gadis ini akan
berubah total,tidak pernah terlintas sedikitpun apa yang akan berubah lalu
bagaimana dia merubahnya. Hanya tawa yang ingin dilakukannya pada hari itu.
apakah hari inilah ‘hari baru’ yang selama ini selalu dia simpan dalam
pikirannya?
Apakah ini saatnya
menunjukkan kepada dunia,bahwa tidak selamanya seseorang hidup dalam
ketidakpastian akan mati. Entahlah,menjelang sore. Dia hanya mencari sesuatu
untuk menutup lubang itu,tertawa,beresenang-senang. ‘hah.. indahnya dunia’
pikirnya.
Dunia ini memang indah,namun seringkali kita tidak
mengabaikan hal itu.
Tak henti-hentinya gadis
ini mencari ketenangan dalam dirinya,sama sekali tidak ingin melihat apa yang
ditunggu-tunggu oleh sebagian orang kala itu. seseorang,pahlawan dirinya
bangkit dan berjuang untuk melihatnya. Berjuang melawan rasa takut yang selalu
dipendam. Menunjukkan bahwa dia berani dan itulah arti seorang pahlawan. Dia
ingin melihat suatu keajaiban,bila diizinkan terjadi. Gadis ini..,dia hanya
ingin menutup telinganya rapat-rapat,tidak ingin air matanya jatuh lagi. Hanya
berdiam diri
...
Air mata itu jatuh,bukan
miliknya. Milik kekasih hatinya,pahlawan dalam hidupnya,cahaya didalam
keredupan.. ibunya.. menangis,gadis ini terdiam. Hanya bisa memeluknya. Merasa
sangat ringan kala itu,dia hanya bisa mengusap pipi ibunya.. menenangkannya..
Bebaskanlah mimpimu kawan,apapun hasilnya. Semua
sudah menjadi jalan yang ditentukan oleh Tuhanmu


