Gadis berambut pirang (part II)

Hari itu,sebagian orang tidak bisa tidur dihari itu. entah aktivitas apa yang harus dilakukan. Berjalan pun rasanya tidak kuat. Bernapas pun rasanya sungguh berat. Tangan selalu dingin di hari yang terbilang cerah.

Jangan biarkan rasa takut memelukmu,apapun yang terjadi kau harus melawannya.


Gadis ini,ah tidak terlalu memusingkan hal itu. dia merasa sudah lelah akan rasa takut yang selama ini membayanginya. Hanya bisa berserah diri saja,dan menikmati kehidupan yang singkat ini. ‘jangan terlalu dipikirkan’ katanya.

Lupakanlah hal-hal yang membuatmu tidak nyaman,nikmatilah hidup ini kawan. Karena kita hidup Cuma sekali dan itupun singkat.

Akhirnya dia memutuskan untuk melupakannya,dia pergi melakukan petualangan yang ia suka. Entah sampai kapan dan kemana,pikirnya dengan teman-teman perlahan lubang yang ada selama ini akan tertutup.

Teman.. ya.. menghibur dikala yang tepat,walaupun mereka tidak tau masalah apa yang ada dipikiran kita. Jangan pernah melupakan kawanmu sobat,karena manusia tidak akan bisa hidup tanpanya.

Ulang tahun? Momen yang terbilang menyenangkan itu,menarik perhatian gadis ini pada hari itu. Walaupun dia sendiri membencinya. Tapi untuk bertemu teman-teman,tidak ada salahnya bukan?

Benci ulang tahun? Ya. Disaat yang lain.. Mungkin.. menyisihkan uang mereka untuk pesta yang menyenangkan,tapi masih banyak orang yang membutuhkan uang itu untuk mencari makan. Tidak hanya tentang itu.
Menurutnya ulang tahun itu bertambahnya proses kedewasaan,semakin jauh dari rasa senang akan permainan,semakin banyak hal yang kita lalui lalu dilupakan,semakin banyak pula yang melupakan kita.. meskipun mereka tidak ingin kita lupakan.

Semakin lama kita tumbuh dan berkembang,semakin banyak pula proses yang kita jalani. Ya memang itu hukum alam.

Terkadang dia berpikir hidup itu tidak adil,ya semua manusia memang selalu berpikir demikian. Tapi kali ini,ada seseorang yang meyakinkan dirinya tentang mencari kebahagiaan. Mencari teman,sahabat? Dari dulu,gadis ini tidak begitu mengerti.

Sebenarnya apa penilaian seseorang dalam menetapkan bahwa orang itu ada sahabat? Ada disaat senang maupun sedih? Disaat terpuruk? Bagaimana jika gadis ini tidak pernah bercerita tentang kesedihannya atau keterpurukannya kepada siapapun,berarti dia tidak mempunyai sahabat?
Lebih baik ungkapkan semua masalahmu kepada orang lain yang kau percaya,karna bagaimanapun  juga,manusia tidak dapat hidup sendiri.

Ah sudahlah,kembali lagi mengenai hari itu..
Setelah beberapa bulan berjuang,hari itu penentuan. Namun dia memutuskan untuk bercanda tawa melepaskan kekhawatirannya. Mengundang beberapa kawan hadir untuk berbagi cerita bagaimana indahnya hidup di luar sana.Begitu banyak hal yang belum ia ketahui,terungkap pada hari itu. dia hanya mengumbar senyum. Seperti bayi yang baru lahir. Tidak tau apa-apa.

Tetapi ditengah canda mereka,kenapa ada sesuatu yang mengingatkan kembali apa yang akan terjadi pada hari itu. dimana hari itu juga semua akan berubah. Ya,kehidupan gadis ini akan berubah total,tidak pernah terlintas sedikitpun apa yang akan berubah lalu bagaimana dia merubahnya. Hanya tawa yang ingin dilakukannya pada hari itu. apakah hari inilah ‘hari baru’ yang selama ini selalu dia simpan dalam pikirannya?

Apakah ini saatnya menunjukkan kepada dunia,bahwa tidak selamanya seseorang hidup dalam ketidakpastian akan mati. Entahlah,menjelang sore. Dia hanya mencari sesuatu untuk menutup lubang itu,tertawa,beresenang-senang. ‘hah.. indahnya dunia’ pikirnya.

Dunia ini memang indah,namun seringkali kita tidak mengabaikan hal itu.

Tak henti-hentinya gadis ini mencari ketenangan dalam dirinya,sama sekali tidak ingin melihat apa yang ditunggu-tunggu oleh sebagian orang kala itu. seseorang,pahlawan dirinya bangkit dan berjuang untuk melihatnya. Berjuang melawan rasa takut yang selalu dipendam. Menunjukkan bahwa dia berani dan itulah arti seorang pahlawan. Dia ingin melihat suatu keajaiban,bila diizinkan terjadi. Gadis ini..,dia hanya ingin menutup telinganya rapat-rapat,tidak ingin air matanya jatuh lagi. Hanya berdiam diri
...

Air mata itu jatuh,bukan miliknya. Milik kekasih hatinya,pahlawan dalam hidupnya,cahaya didalam keredupan.. ibunya.. menangis,gadis ini terdiam. Hanya bisa memeluknya. Merasa sangat ringan kala itu,dia hanya bisa mengusap pipi ibunya.. menenangkannya..


Bebaskanlah mimpimu kawan,apapun hasilnya. Semua sudah menjadi jalan yang ditentukan oleh Tuhanmu

Leave a Reply


About Me

visit them :)

Archives

Followers